Banyak Pelosok Jawa Timur Membutuhkan Al-Quran
Jawa Timur dan Islam merupakan dua entitas yang sangat erat. Di Jawa Timur masyhur sebagai salah satu wilayah dengan sejarah Islam yang kental dan khas salah satunya adalah Dakwah Wali Songo. Ada 5 wali (dari 9 wali yang dikenal sebagai Wali Songo) yang dimakamkan di Jawa Timur. Berdasarkan data kemenag ada lebih 4.452 pesantren yang terdaftar di Kemenag, dan ratusan pesantren yang belum terdaftar. Dari hasil survey pada April 2021 ke beberapa pesantren dan TPA yang berada di daerah pelosok rupanya ketersediaan Al-Quran masih sangat kurang dan jumlahnya pun tidak seimbang.
BWA melakukan survey ke daerah Lamongan dan Tuban. Di Lamongan Selatan, tepatnya di Kecamatan Bluluk tim BWA bertemu dengan Ustadz Ony yang merupakan salah satu tim dakwah dari DDII, beliau menyambut tim BWA di mushola tempat beliau mengajar. Kepada tim BWA ustadz Ony menuturkan, “Daerah Lamongan Selatan ini adalah daerah yang termasuk ‘minim’ sekali dalam urusan pengetahuan Agama”. Ustadz Ony bersama ketiga temannya sudah berdakwah kurang lebih 3 tahun di Bluluk untuk membina masyarakat setempat.
Ustadz Ony dan tim merasa perlu mendirikan pusat dakwah di sana dengan mendirikan mushola untuk mengajar anak-anak muda disana mengaji. Karena mereka merupakan generasi penerus di daerah tersebut. Beliau menuturkan kebutuhan Al Qur’an kepada Tim BWA, ”Anak-anak setempat kami bina secara bergantian menggunakan mushaf yang ada di mushola untuk dipakai mengaji. Sedangkan dirumah mereka mayoritas belum punya mushaf Al Qur’an yang layak.”
Di daerah Tuban tim BWA mengunjungi Pondok Pesantren Walisongo di Gomang, Singgahan, Kabupaten Tuban. Tim BWA bertemu langsung dengan Gus Naja (RM Abraham Naja) pengasuh di Pesantren Walisongo. Pesantren yang didirikan oleh KH Noer Nasroh (Ayah dari Gus Naja) tahun 1977 ini merupakan pondok tertua di Tuban yang menjadi cikal bakal dakwah Islam di Tuban.
Masyarakat di Gomang dahulu beliau memiliki kepercayaan/aliran Sapto Darmo yaitu kepercayaan menyembah matahari dan sembahyang menghadap ke timur. Atas kegigihan dakwah beliau banyak masyarakat yang akhirnya memeluk Islam dan nyantri di Pesantren Walisongo. Bahkan banyak mantan narapidana yang akhirnya menjadi santri mendalami Islam di Pesantren Walisongo.
Wawancara yang dilakukan Tim BWA ke Gus Naja tentang kebutuhan Al Qur’an, beliau menyampaikan, “Al-Quran ini sangatlah penting karena merupakan petunjuk bagi kaum muslim, selain itu Jawa Timur yang merupakan basis pesantren terbesar di Indonesia tentunya sangat membutuhkan banyak sekali Al-Quran untuk memenuhi kebutuhan belajar para santri”.
Selain dua daerah yang disebutkan di atas, masih banyak daerah di pelosok Jawa Timur yang masih membutuhkan Al Qur’an. Tim Galena, yang merupakan salah satu mitra BWA di Jawa Timur menemukan banyak sekali daerah pelosok di Jawa Timur yang butuh Al Qur’an. Beberapa daerah bahkan perlu dijangkau dengan menggunakan mobil offroad. Pak Tony yang merupakan tim CSR Galena mengatakan, “Kami juga melakukan baksos di daerah-daerah pelosok, yang mereka kesulitan mendapat Al Qur’an. Selain faktor ekonomi juga terkait akses dan ketersediaanya (penjualnya)”.
Dengan kondisi di atas BWA kembali membuat proyek Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan (WAP) di daerah Jawa Timur khususnya di daerah pelosok yang minim pembinaan, rawan aqidah, akses transportasi yang susah dan ekonomi menengah kebawah. Mari bersama-sama membantu saudara kita agar mendapatkan mushaf Al Quran sebagai petunjuk dunia dan akhirat. Semoga Allah melapangkan rizki dan meluaskan amal shaleh kita. Aamiin
Core values are the fundamental beliefs of a person or organization. The core values are the guiding prin ples that dictate behavior and action suas labore saperet has there any quote for write lorem percit latineu.
Consultation